Translate
Thursday, 22 March 2018
Tuesday, 5 March 2013
Sederhanakanlah semua
Seorang pemuda berbadan kurus sedang pusing dengan keadaan hidupnya, wajahnya yg pucat dengan mata yg sendu, berfikir menerawang akan kehidupannya yg sedang terdesak karena ekonominya.
Tiba-tiba Pak Tua menepuk pundaknya sambil mengucapkan salam,"Sudah jangan terlalu difikirkan, jalani saja dengan penuh semangat. karena semua itu adalah cobaan dan kita yang menjalaninya itu merupakan ibadah."
Pak Tua pun melanjutkan pembicaraannya,"Senang susah itu semua sudah diatur.sekarang tinggal kitanya yang bagaimana cara menyikapinya juga menerima dengan ikhlas."
Memang saat ini si Pemuda berbadan kurus sedang mengalami kesulitan ekonomi semenjak dia berhenti bekerja akibat pengurangan tenaga kerja di kantor tempat dia bekerja.
"Ya, Pak Tua kan tahu, saya sudah punya anak 2, kebutuhan hidup semakin hari semakin mahal,dan semuanya harus dengan uang, realistis aja.memang uang bukan segalanya tapi kan segalanya harus pakai uang." jawab si Pemuda berbadan kurus sambil menundukkan kepalanya yang dihimpit oleh kedua belah tangannya.
Sang Kakek yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dari kejauhan pun ikut prihatin dan memaksanya tuk mendatangi mereka.
"Kalau Kakek boleh jujur, semua manusia pasti mengalami masa sulit,jadi tenangkan dan sederhanakan semua pola pikir dan gaya hidup.jauhkan dari keragu-raguan, jauhkan dari rasa takut yang berlebihan, jauhkan diri dari rasa cemas, karena semua itu berasal dari teman hidup kita yang menemani kita dari mulai lahir kedunia. Yang pasti jalani saja , nanti semua ada hikmahnya." ucap Sang Kakek dengan rasa iba.
"Kamu itu masih muda, teruslah berusaha,pasti nanti ada jalan keluarnya." kata Pak Tua sambil mengelus pundak si pemuda berbadan kurus.
Tiba-tiba si pemuda berbadan kurus berdiri dan berteriak " Kena deh..... wakakakkakakakka, Jiah boleh juga Kek kata-katanya , sederhanakanlah pola pikir kita dan juga gaya hidup kita. Karena Nabi pun pernah berucap hiduplah dengan pola sederhana. Nah ini buat modal saya mencoba usaha Pak Tua. memang Kakek top dah..... hehehehehehhehe," sambil cengengesan dan bergegas mengambil secangkir kopi lalu meneguknya.
"Dasar bocah edan, dikirain beneran ternyata cuma nyari masukan.gue doain loh jadi orang kaya,"grutu Sang Kakek.
"Kurus-kurus... tega bener loh orang udah pada tua masih aja loe kerjain aja. mang loe mau usaha apaan sih pe sebegitu girangnya. Emang loe punya modal?"tanya Pak Tua
"sudah Pak Tua. pertama modal Nekad, kedua modal Sederhana, ketiga modal tenaga dan yang ke empat modal uang . nah yang ke empat ini baru mau kita bicarakan hehehehehheheehehe."
Sang Kakek dan Pak Tua pun langsung menjawab "Wah minjem lagi nih. Cape dah."
Tiba-tiba Pak Tua menepuk pundaknya sambil mengucapkan salam,"Sudah jangan terlalu difikirkan, jalani saja dengan penuh semangat. karena semua itu adalah cobaan dan kita yang menjalaninya itu merupakan ibadah."
Pak Tua pun melanjutkan pembicaraannya,"Senang susah itu semua sudah diatur.sekarang tinggal kitanya yang bagaimana cara menyikapinya juga menerima dengan ikhlas."
Memang saat ini si Pemuda berbadan kurus sedang mengalami kesulitan ekonomi semenjak dia berhenti bekerja akibat pengurangan tenaga kerja di kantor tempat dia bekerja.
"Ya, Pak Tua kan tahu, saya sudah punya anak 2, kebutuhan hidup semakin hari semakin mahal,dan semuanya harus dengan uang, realistis aja.memang uang bukan segalanya tapi kan segalanya harus pakai uang." jawab si Pemuda berbadan kurus sambil menundukkan kepalanya yang dihimpit oleh kedua belah tangannya.
Sang Kakek yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dari kejauhan pun ikut prihatin dan memaksanya tuk mendatangi mereka.
"Kalau Kakek boleh jujur, semua manusia pasti mengalami masa sulit,jadi tenangkan dan sederhanakan semua pola pikir dan gaya hidup.jauhkan dari keragu-raguan, jauhkan dari rasa takut yang berlebihan, jauhkan diri dari rasa cemas, karena semua itu berasal dari teman hidup kita yang menemani kita dari mulai lahir kedunia. Yang pasti jalani saja , nanti semua ada hikmahnya." ucap Sang Kakek dengan rasa iba.
"Kamu itu masih muda, teruslah berusaha,pasti nanti ada jalan keluarnya." kata Pak Tua sambil mengelus pundak si pemuda berbadan kurus.
Tiba-tiba si pemuda berbadan kurus berdiri dan berteriak " Kena deh..... wakakakkakakakka, Jiah boleh juga Kek kata-katanya , sederhanakanlah pola pikir kita dan juga gaya hidup kita. Karena Nabi pun pernah berucap hiduplah dengan pola sederhana. Nah ini buat modal saya mencoba usaha Pak Tua. memang Kakek top dah..... hehehehehehhehe," sambil cengengesan dan bergegas mengambil secangkir kopi lalu meneguknya.
"Dasar bocah edan, dikirain beneran ternyata cuma nyari masukan.gue doain loh jadi orang kaya,"grutu Sang Kakek.
"Kurus-kurus... tega bener loh orang udah pada tua masih aja loe kerjain aja. mang loe mau usaha apaan sih pe sebegitu girangnya. Emang loe punya modal?"tanya Pak Tua
"sudah Pak Tua. pertama modal Nekad, kedua modal Sederhana, ketiga modal tenaga dan yang ke empat modal uang . nah yang ke empat ini baru mau kita bicarakan hehehehehheheehehe."
Sang Kakek dan Pak Tua pun langsung menjawab "Wah minjem lagi nih. Cape dah."
Saturday, 2 March 2013
Walau Tak berarti tapi sangat berarti buat yang lain
Pak Tua sedang menyeruput kopi hitam sambil ngelamun......
Dia sedang memikirkan bagaimana bisa dirinya yg tidak punya kedudukan,tidak punya harta yang berlipah,tidak punya relasi orang yang berkuasa ingin mendapatkan penghasilan dari kemampuannya. tiba-tiba.
"Darrrr.............." pemuda berbadan kurus mengagetinya.
Pemuda berbadan kurus,"Ngelamun aja Pak Tua... mikirin apa... , sebentar-sebentar saya baca dulu pikiran Pak Tua. O.... ya ngga mungkin Pak."
"Ngga mungkin... kok tau kamu... emang apa yang ada dipikiran gue.... sok tahu kamu," hardik Pak Tua.
"Iya ngga mungkin pak, orang kaya kita kan yang ngga mungkin dipandang, toh kita cuma punya teman beberapa orang aja... trus ngga punya dana buat ngumpulin massa,lagi pula jangan kan dana, pekerjaan aja kita tak punya... iya kan?" ucap pemuda kurus sambil cengengesan...
"Iya juga sih... gimana kita diterima... walau kita sudah susah payah ngasih masukan atau proposal ya .... cuma dipadang sebelah mata trus di buang deh ke tong sampah." jawab Pak Tua sambil nyeruput secangkir kopi .
"Iya kita sadar diri aja pak Tua. Kan kita hanya masyarakat paling bawah... kalau Satria pingitan yang timbul dari rakyat jelata itu kan hanya ada di dongeng Pak Tua.bukan begitu bukan."kata pemuda berbadan kurus sambil tersenyum.
"Jangan pesimis " celetuk Sang Kakek.
"Yang penting itu kita kan sudah berusaha.... walaupun masukan atau pandangan atau proposal lah namanya , Biar Tuhan lah yang menjawab... ngga usah Penguasa atau Orang kuat. Ya setidak-tidaknya kertas yang telah kita tuliskan masih bisa bermanfaat bagi orang kecil yang sama derajatnya sama kita.Kertas kita dikumpulkan dari tempat sampah untuk mereka kumpulkan dan dijual untuk makan sehari-hari mereka. Iya kan?" terang Sang Kakek
"Betul juga.... pantes kakek lebih bijak dari kami... karena kakek jauh lebih lama mengarungi hidup ini sampai tahu makna arti kehidupan sebenarnya," Jawab si pemuda berbadan kurus.
"Iya benar juga yah , memang Kakek lebih mendalami hidup dibanding saya yang belum dapat berfikir lebih mendalam.Terimakasih Kek,"Ucap Pak Tua.
Dia sedang memikirkan bagaimana bisa dirinya yg tidak punya kedudukan,tidak punya harta yang berlipah,tidak punya relasi orang yang berkuasa ingin mendapatkan penghasilan dari kemampuannya. tiba-tiba.
"Darrrr.............." pemuda berbadan kurus mengagetinya.
Pemuda berbadan kurus,"Ngelamun aja Pak Tua... mikirin apa... , sebentar-sebentar saya baca dulu pikiran Pak Tua. O.... ya ngga mungkin Pak."
"Ngga mungkin... kok tau kamu... emang apa yang ada dipikiran gue.... sok tahu kamu," hardik Pak Tua.
"Iya ngga mungkin pak, orang kaya kita kan yang ngga mungkin dipandang, toh kita cuma punya teman beberapa orang aja... trus ngga punya dana buat ngumpulin massa,lagi pula jangan kan dana, pekerjaan aja kita tak punya... iya kan?" ucap pemuda kurus sambil cengengesan...
"Iya juga sih... gimana kita diterima... walau kita sudah susah payah ngasih masukan atau proposal ya .... cuma dipadang sebelah mata trus di buang deh ke tong sampah." jawab Pak Tua sambil nyeruput secangkir kopi .
"Iya kita sadar diri aja pak Tua. Kan kita hanya masyarakat paling bawah... kalau Satria pingitan yang timbul dari rakyat jelata itu kan hanya ada di dongeng Pak Tua.bukan begitu bukan."kata pemuda berbadan kurus sambil tersenyum.
"Jangan pesimis " celetuk Sang Kakek.
"Yang penting itu kita kan sudah berusaha.... walaupun masukan atau pandangan atau proposal lah namanya , Biar Tuhan lah yang menjawab... ngga usah Penguasa atau Orang kuat. Ya setidak-tidaknya kertas yang telah kita tuliskan masih bisa bermanfaat bagi orang kecil yang sama derajatnya sama kita.Kertas kita dikumpulkan dari tempat sampah untuk mereka kumpulkan dan dijual untuk makan sehari-hari mereka. Iya kan?" terang Sang Kakek
"Betul juga.... pantes kakek lebih bijak dari kami... karena kakek jauh lebih lama mengarungi hidup ini sampai tahu makna arti kehidupan sebenarnya," Jawab si pemuda berbadan kurus.
"Iya benar juga yah , memang Kakek lebih mendalami hidup dibanding saya yang belum dapat berfikir lebih mendalam.Terimakasih Kek,"Ucap Pak Tua.
Monday, 18 February 2013
Pemikiran sederhana perubahan System untuk PARTAI di dalam Memperkokoh Pondasi Di Masyarakat / Rakyat Indonesia
Pemikiran sederhana perubahan
System untuk PARTAI di dalam
Memperkokoh Pondasi Di
Masyarakat / Rakyat Indonesia
Saya : Joni Sasongko, Kader
/Anggota dari Gerindra
No register :
03411030203120675035257
Berdasarkan AD ART Bab VI Pasal
16 ayat 1 a
Maka saya memberanikan
diri berbicara dan memberikan suara
mengenai pemikiran saya .
No. Maksud /
Arti / Makna
I Dimana untuk pengurus Partai
harus :
·
Seorang Pendiri Partai / Pengurus Partai yang
berpengalaman / Pengusaha dimana memiliki Dana yang kuat, Donatur dimana selalu
memberikan sumbangan yang cukup besar untuk partai dan harus jelas asal dana
tersebut / Kader yang telah berjasa untuk Partai / Kader yang aktif dan
membantu partai dalam segala kegiatan / Kader yang memiliki pemikiran , ide dan
gagasan yang bagus untuk Partai.
II Dimana Kader yang ingin menjadi
Caleg harus :
·
Kader dari golongan Profesional / Staff Ahli /
Pengajar / Berfikiran Maju dalam ide dan gagasan . Dimana dimaksudkan mereka
dapat mendaftarkan diri menjadi Caleg dan harus mengikuti aturan yang di buat
oleh PARTAI .
III Dimana PARTAI Menyeleksi ketat para
Calon Legislative yang mendaftarkan diri. Adapun ketentuan diatur oleh partai
seperti :
·
Caleg harus dari golongan yang tertera seperti
tercantum dalam point II.
·
Caleg harus mengikuti tes baik tertulis maupun
lisan serta lainnya yang di atur oleh partai.
·
Caleg yang lulus dalam seleksi maka caleg harus harus
mau menandatangani kontrak kerja dengan partai seperti :
o
Caleg harus menerima bahwa gaji yang diterima dari
Negara harus di storkan seluruhannya ke kas Partai.
o
Caleg Digaji lebih besar sedikit dari Upah Minimum
Regional / Take home pay atau sesuai ketentuan Partai.
o
Caleg harus bekerja untuk Rakyat dan Masyarakat
Indonesia, bukan untuk perorangan, partai atau golongan.
o
Caleg tidak boleh mengeluarkan dana sedikitpun
untuk kepentingan sosialisasi dalam berkampenya.
o
Semua Biaya yang timbul untuk keperluan Kampanye
ditanggung sepenuhnya oleh Partai.
o
Caleg yang terpilih harus siap di diberhentikan
atau di nonaktifkan jika,:
§
Sering terlambat / telat atau tidak hadir disaat
menjadi DPR / DPRD.
§
Tidak bekerja untuk rakyat tetapi untuk kepentingan pribadi atau
golongan.
§
Melakukan tindak kejahatan pidana atau perdata / korupsi
/ kolusi / Narkoba.
§
Tidak Memperlihatkan etika yang baik kepada
masyarakat.
o
Caleg harus berfikiran penuh kesadaran bahwa dia
disini adalah bekerja di partai. Dengan tugas menjalankan semua pekerjaan-pekerjaan
yang ada di DPR/DPRD.
o
Tidak ada bantuan hukum yang di berikan oleh
Partai jika Caleg sudah terpilih menjadi DPR / DPRD tersandung masalah kasus
korupsi /korupsi atau narkoba.
IV. Semua hasil kerja yang di buat oleh DPR
/DPRD akan optimal untuk seluruh Masyarakat / Rakyat Indonesia. Karena yang
berada di DPR / DPRD adalah orang-orang yang kopeten di bidangnya dan bukan
mencari proyek atau kekayaan seperti Bapak Prabowo utarakan.
Maka jika ini bisa terlaksana akan menjadi :
1.
Partai memiliki pendanaan yang besar. Dan dana
ini diperuntukan untuk melakukan kegiatan-kegiatan partai yang ada. Terutama kegiatan
yang bersinggunang langsung kepada Rakyat / Masyarakat. Sehingga Nama Besar
Partai tertanam didalam benak Rakyat / Masyarakat.
2.
Partai memperkerjaakan Kadernya untuk menjadi
seorang Dewan Legislative.Partai bukan sebagai
kendaraan politik belaka untuk seseorang menjadi Dewan Legislative.
3.
Semakin berkurangnya Caleg, dikarenakan menjadi
Dewan Legislative sama hal nya bekerja untuk perusahaan.
4.
Pondasi Partai akan lebih mengakar dan menancap
dalam di Masayarakat / Rakyat Indonesia,karena memiliki kader yang memang
bertujuan untuk kepentingan rakyat .
5.
Partai memiliki modal yang besar dan lebih
transparan juga Dana dapat dijadikan untuk kegiatan padat karya di masyarakat.
Salam Indonesia Raya
Joni Sasongko.
08151606290 / www.etnix.net / jonisasongko@yahoo.com/
Saturday, 16 February 2013
Pemikiran sederhana perubahan System untuk mehilangkan Kolusi dan korupsi di Dewan Perwakilan Rakyat
Pemikiran sederhana perubahan
System untuk mehilangkan Kolusi dan korupsi di Dewan Perwakilan Rakyat
Saya : Joni Sasongko, Kader /Anggota dari Gerindra
No register : 03411030203120675035257
Berdasarkan AD ART Bab VI Pasal 16 ayat 1 a
Maka saya memberanikan diri
berbicara dan memberikan suara mengenai
pemikiran saya .
Dasar dari permasalahan :
Sebelum seseorang terjun untuk
menjadi Dewan Legislative dari suatu partai,banyak dari mereka mencoba untuk
keberuntungan dengan bermodalkan dana
dari pribadi atau pinjaman . Dan Setelah mereka terpilih ,mereka dengan
terpaksa harus berfikir keras untuk mencari celah / peluang yang bermaksud
mengambil / mencuri dengan cara-cara yang tidak wajar atau cara yang cantik untuk melakukan korupsi / kolusi
dengan tujuan mengembalikan modal yang dahulu mereka keluarkan untuk menjadi
seorang Caleg.
Inilah dari akar permasalahan dari
oknum Dewan legislative mengapa mereka melakukan itu semua.
Solusi :
Ini semua dapat di rubah jika PARTAI memiliki kebijakan dan ketegasan
dalam PERATURAN untuk menjadi seorang Caleg.
1.
Partai
harus menegaskan Calon legislative tidak boleh mengeluarkan
dana pribadinya untuk melakukan kampanye atau suatu kegiatan memperkenalkan
dirinya/bakti social atas nama dirinya atau partai kepada Masyarakat.
Ini menghindari
dana-dana terselubung yang dapat merusak
pola pikir Caleg suatu saat nanti jika Caleg ini terpilih. Bom Waktu yang
harus dihilangkan tuk menghindari dari korupsi dan kolusi.
2.
Partai
menetapkan bahwa Caleg ini bekerja untuk Partai, sama halnya seperti seorang
propesional dalam bekerja di suatu perusahaan. Dimana Caleg yang terpilih itu
harus bekerja untuk Partai, dengan tugas-tugas
yang ada di DPR.
Sehingga dapat
disimpulkan : Jika Oknum DPR melakukan Korupsi / kolusi yang merugikan Negara,
ini dipastikan Oknum tersebut bukan karena Partai ,tapi karena Oknum itu
sendiri. Dan Pihak Partai tidak perlu membantu di dalam penyelesaian hukum
untuk oknum tersebut di dalam hal ini. Dan di adakan pers conference oleh Juru
Bicara Partai, agar Rakyat tahu bahwa partai independent dan tidak berpihak
pada oknum Dewan legislative yang bersalah.
Ini dimaksudkan
agar menghindari opini masyarakat akan buruknya partai seperti
kejadian-kejadian akhir-akhir ini dimana akibat seorang oknum dari president
partainya, citra partainya hancur luluh lantah, karena partai tersebut turut
membantu dalam masalah hukum dari oknum tersebut.
Yang seakan-akan
partai ikut membantu yang bersalah.
3. Dalam biaya Kampanye semua biaya di biayai
oleh Partai.
Mengapa demikian
: Karena Caleg tersebut adalah seorang pekerja dari Partai yang ditugaskan
untuk melaksanakan tugas di DPR bukan seseorang yang ingin namanya lebih tinggi
di masyarakat dibandingkan partainya.
Ini juga sudah
terjadi akhir-akhir ini, dimana seorang Gubernur lebih tinggi namanya
dibandingkan Partai yang mempekerjakannya.
Disini Partai
mencoba merubah pola pikir masyarakat, bahwa Partai lah yang seharusnya
masyarakat kenal bukan sosok dari orang yang bekerja untuk partai.
4.
Dibuatnya
peraturan oleh Partai bahwa :
·
Seorang
Dewan Legislative bukan di ganji oleh Negara, tetapi digaji oleh Partai. Dengan
ini semua gaji yang di terima Dewan legislative dari pemerintah masuk ke
rekening Partai dan Partai memberikan Gaji nya kepada Dewan legislative
tersebut. Dan Gaji yang diberikan ke Dewan legislative bukan berdasarkan gaji
yang ditentukan oleh Negara, tetapi ditentukan oleh Partai tersebut.
Sehingga kader
yang mencalonkan diri sebagai Caleg harus berfikir dua kali untuk bergabung di
Partai.
·
Partai
berhak menentukan besaran akan Gaji Dewan Legislative tersebut sesuai dengan
ketentuan partai.
Mengapa demikian:
o
Agar Partai memiliki modal kerja yang transparan
dan jelas dari mana asal usul Dana tersebut.
o
Partai dapat bekerja secara independent tidak
berdasarkan kepentingan untuk perorangan atau golongan yang turut mendanai
partai tersebut.
5. Adanya
Kontrak antara Caleg dengan Partai :
Jika Caleg yang
terpilih di Dewan Legislative,kemudian malas dan tidak dapat bekerja di DPR
maka Partai dengan mudah Mencopot/mengganti/memberhentikan nya tanpa beban.
Karena semua pembiayaan telah di tanggung / dibiayai oleh Partai .
Demikian suara dari saya
sebagaimana saya telah mendafarkan diri sebagai Caleg Daerah Pemilihan DKI II.
Ini saya tuliskan karena saya
tidak memiliki modal pribadi untuk kampanye, tapi memohon agar partailah yang
mendanai saya.
Karena saya siap menandatangi
Kontrak kerja dengan Partai GERINDRA jika memang saya dipilih oleh partai untuk
maju, berapapun keputusan Partai akan penghasilan saya , saya akan terima.
Salam Hangat
Joni Sasongko.SE
08151606290 / www.etnix.net/ jonisasongko@yahoo.com
Pemikiran sederhana perubahan System untuk mehilangkan Kolusi dan korupsi di Dewan Perwakilan Rakyat
Pemikiran sederhana perubahan
System untuk mehilangkan Kolusi dan korupsi di Dewan Perwakilan Rakyat
Dasar dari permasalahan :
Sebelum seseorang terjun untuk
menjadi Dewan Legislative dari suatu partai,banyak dari mereka mencoba untuk
keberuntungan dengan bermodalkan dana
dari pribadi atau pinjaman . Dan Setelah mereka terpilih ,mereka dengan
terpaksa harus berfikir keras untuk mencari celah / peluang yang bermaksud
mengambil / mencuri dengan cara-cara yang tidak wajar atau cara yang cantik untuk melakukan korupsi / kolusi
dengan tujuan mengembalikan modal yang dahulu mereka keluarkan untuk menjadi
seorang Caleg.
Inilah dari akar permasalahan dari
oknum Dewan legislative mengapa mereka melakukan itu semua.
Solusi :
Ini semua dapat di rubah jika PARTAI memiliki kebijakan dan ketegasan
dalam PERATURAN untuk menjadi seorang Caleg.
1.
Partai
harus menegaskan Calon legislative tidak boleh mengeluarkan
dana pribadinya untuk melakukan kampanye atau suatu kegiatan memperkenalkan
dirinya/bakti social atas nama dirinya atau partai kepada Masyarakat.
Ini menghindari
dana-dana terselubung yang dapat merusak
pola pikir Caleg suatu saat nanti jika Caleg ini terpilih. Bom Waktu yang
harus dihilangkan tuk menghindari dari korupsi dan kolusi.
2.
Partai
menetapkan bahwa Caleg ini bekerja untuk Partai, sama halnya seperti seorang
propesional dalam bekerja di suatu perusahaan. Dimana Caleg yang terpilih itu
harus bekerja untuk Partai, dengan tugas-tugas
yang ada di DPR.
Sehingga dapat
disimpulkan : Jika Oknum DPR melakukan Korupsi / kolusi yang merugikan Negara,
ini dipastikan Oknum tersebut bukan karena Partai ,tapi karena Oknum itu
sendiri. Dan Pihak Partai tidak perlu membantu di dalam penyelesaian hukum
untuk oknum tersebut di dalam hal ini. Dan di adakan pers conference oleh Juru
Bicara Partai, agar Rakyat tahu bahwa partai tidak berpihak
pada oknum Dewan legislative yang bersalah.
Ini dimaksudkan
agar menghindari opini masyarakat akan buruknya partai .
3. Dalam biaya Kampanye semua biaya di biayai
oleh Partai.
Mengapa demikian
: Karena Caleg tersebut adalah seorang pekerja dari Partai yang ditugaskan
untuk melaksanakan tugas di DPR bukan seseorang yang ingin namanya lebih tinggi
di masyarakat dibandingkan partainya.
Disini Partai
mencoba merubah pola pikir masyarakat, bahwa Partai lah yang seharusnya
masyarakat kenal bukan sosok dari orang yang bekerja untuk partai.
4.
Dibuatnya
peraturan oleh Partai bahwa :
·
Seorang
Dewan Legislative bukan di ganji oleh Negara, tetapi digaji oleh Partai. Dengan
ini semua gaji yang di terima Dewan legislative dari pemerintah masuk ke
rekening Partai dan Partai memberikan Gaji nya kepada Dewan legislative
tersebut. Dan Gaji yang diberikan ke Dewan legislative bukan berdasarkan gaji
yang ditentukan oleh Negara, tetapi ditentukan oleh Partai tersebut.
Sehingga kader
yang mencalonkan diri sebagai Caleg harus berfikir dua kali untuk bergabung di
Partai.
·
Partai
berhak menentukan besaran akan Gaji Dewan Legislative tersebut sesuai dengan
ketentuan partai.
Mengapa demikian:
o
Agar Partai memiliki modal kerja yang transparan
dan jelas dari mana asal usul Dana tersebut.
o
Partai dapat bekerja secara independent tidak
berdasarkan kepentingan untuk perorangan atau golongan yang turut mendanai
partai tersebut.
5.
Adanya
Kontrak antara Caleg dengan Partai :
Jika Caleg yang
terpilih di Dewan Legislative,kemudian malas dan tidak dapat bekerja di DPR
maka Partai dengan mudah Mencopot/mengganti/memberhentikan nya tanpa beban.
Karena semua pembiayaan telah di tanggung / dibiayai oleh Partai .
Demikian suara dari saya
sebagaimana saya telah mendafarkan diri sebagai Caleg Daerah Pemilihan DKI II.
Ini saya tuliskan karena saya
tidak memiliki modal pribadi untuk kampanye, tapi memohon agar partailah yang
mendanai saya.
Karena saya siap menandatangi
Kontrak kerja dengan Partai jika memang saya dipilih oleh partai untuk
maju, berapapun keputusan Partai akan penghasilan saya , saya akan terima.
Salam Hangat
Joni Sasongko.SE
08151606290 / www.etnix.net/ jonisasongko@yahoo.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
